Dealer Mitsubishi Diduga Hilangkan Empat Ijazah Mantan Karyawannya


Mantan Karyawan PT Sumber Berlian Motor (SBM) Sungai Danau yang beralamat dijalan Propinsi KM 161 Sungai Danau atau tepatnya disamping Jl. Impres/Telkom Desa Makmur Mulia Kecamatan Satui Kabupaten Tanah bumbu mengeluhkan ijazahnya tidak dikembalikan oleh pihak perusahaan.

Dari hasil keterangan M. Yazid Fahri mengatakan bahwa Ijazahnya  diduga PT Sumber Berlian Motor (SBM) telah menghilangkan Ijazah nya ketika para karyawan pertama kali masuk kerja dan menggunakan Ijazah sebagai jaminan
Kehilangan Ijazah  bukan saja dialami M. 

Yazid Fahri  "tetapi juga di alami tetapi  juga ada tiga orang rekannya yang sama sama  satu pekerjaan hal tersebut di tunjukannya   melalui surat laporan tanda kehilangan berserta copy ijazah. Kepada awak media.
“Kami sudah lebih dari dua bulan tidak bekerja disitu lagi pak, tapi ijazah kami tidak juga dikasihkan, padahal permintaan perusahan sudah kami penuhi ngembalikan lemtek id card dan seragam kerja.” tutur " M.Yazid Fahri

“Saat kami pertanyakan selalu minta waktu dan akhirnya HRD perusahaan (Paskalina Rahail,red) bilang kalau ijazah kami telah hilang. Berdasarkan surat laporan kehilangan,” tambahnya.
Menurutnya juga “memang sang HRD itu berjanji akan bertanggung jawab pengurusannya. Katanya pak, saat kami pertanyakan. Kami berharap ijazah kami kembali yang seperti semula, bukan surat keterangan.” tegasnya.

Awak media  mencoba mendatangi Kepala Cabang Outlet Penjualan Sparepart PT. Sumber Berlian Motor  PT. Sumber Berlian Motor (SBM)  Imam Syafi’i pada Jumat, (26/6/20) dikawasan Desa Sungai Cuka
Menurut Imam,Safi,i dirinya bukan orang yang berkompeten untuk menjawab masalah adanya kehilangan  Ijazah  "walaupun  kami satu perusahaan pak, "akan tetapi kami beda manajemen, 
bapak silakan tanyakan ke Dealer Mitsubishi Km 10 Kertak Hanyar – Banjar,” ucapnya.


Saat disinggung mengenai perusahaan memberlakukan ijazah sebagai jaminan, kembali Imam enggan menjawab. Dia memberi kontak person kantor Mitsubishi . (0811) 4281608 Berulang ulang kali awak  media berusaha menghubungi, akan tetapi hanya nada sambung. yang terdengar.
Kemudian awak media mencoba  menghubungi nomor telepon pribadi HRD Perusahaan dinomor  08121740XXX Hasilnya sama tidak diangkat, 

kemudian awak media tersebut  menghubungi lewat pesan  via WhatsApp,
Akhirnya membuahkan hasil,  Paskalina Rahail HRD Perusahaan membalas “Mohon maaf ya Pak, bukan an. PT.Sumber Berlian Motors, PT. SBM tidak ada keterkaitan dengan masalah ini Pak,
Mungkin kalau kita bertemu pembicaraan akan lebih baik dan jelas, terima kasih atas perhatian Bapak” dan pesan selanjutnya “Nanti dulu ya Pak…mohon kesabarannya” mengakhiri pesan.

Sebenarnya Paskalina Rahail HRD Perusahaan Sudah melaporkan atas kehilangan  Surat berharga dan Ijazah di Kantor PT Sumber Berlian Motor (SBM) di jln. Ahmad yani km 10 Kecamatan Kertak hanyar Kabupaten Banjar. dan kemungkinan masih dalam tahap proses penyelidikan. terbukti dengan Adanya Surat Laporan kehilangan. yang ada tertulis sebagai Pelapor atas nama Paskalina Rahail

Adapun Pengamat Hukum dan Ketenagakerjaan, H. aspiani ideris, SAP, SH, MH mengatakan, sepanjang tidak ada kesepakatan bersama, sebuah perusahaan tidak dibenarkan menahan ijazah milik karyawan
Undang-undangan di bidang Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003 melarang perusahaan memegang ijazah milik karyawan,” ujar  dosen Fakuktas Hukum UNISKA Banjarmasin tersebut.

Yang juga sebagai Ketua Umum Perkumpulan Pengacara dan Penasehat Hukum Indonesia (P3HI) ini sepanjang antara perusahaan dan karyawan tidak ada ikatan perjanjian untuk menahan ijazah tersebut sebagai jaminan dalam pekerjaan, maka menahan ijazah karyawan tersebut adalah Perbuatan Melawan Hukum.

“Pengusaha boleh-boleh saja penahanan ijazah sepanjang karyawan tersebut menyepakatinya dan masih dalam hubungan kerja sebagai karyawan. Namun kalau sudah putus hubungan kerjanya, maka apapun alasannya perusahaan diwajibkan mengembalikan ijazah tersebut ke pemiliknya,” ucap Aspihani saat di minta tanggapannya oleh awak media via telepon  Sabtu, (27/6/20).

Aspihani Ideris yang diketahui juga seorang tokoh Aktivis Kalimantan ini menjelaskan, perusahaan yang tidak mengembalikan setelah sesorang berhenti bekerja, disaat diminta kembali ijazah tersebut dan pihak perusahaan tidak mengembalikannya, maka pemilik ijazah dapat menggugat perusahaan tersebut atas dasar tindakan melawan hukum atau melaporkan ke polisi atas pelanggaran pidana penggelapan sebagaimana diatur pada pasal 372 KUHP dengan ancaman penjara selama 4 tahun om

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi Dan Usaha Mikro (Disnakertrankop UM) Kabupaten Tanah Bumbu saat dihubungi memberikan tanggapan,
“Sampai saat ini kami belum menerima laporan dari yang bersangkutan, jadi kami belum bisa mengambil tindakan. Diharapkan yang bersangkutan datang kekantor Disnaker,  kami  meminta keterangan  kronologis nya agar  dapat mengambil tindakan selanjutnya,” tutupnya. (SK/hri)

Posting Komentar

0 Komentar