Kecamatan Kuranji di Masa Pandemi Ada 5 Desa Menggelar Sholat Jumat


KURANjI (Kontak24jam.Online) Sekretaris Kecamatan Kuranji, H. Joni Suwarno, S.Sos., M.IP., yang ditugaskan oleh Camat Kuranji untuk mendampingi Monev Tim Gugus Tugas Kabupaten di Desa Ringkit menyampaikan agar masyarakat dengan kesadaran yang  tinggi untuk menjalankan Komitmen agar melaksanakan Protokol Kesehatan Pencegahan Penularan Covid-19 sehingga tidak menimbulkan dampak yang  jauh lebih besar lagi karena keteledoran masyarakat.

“Komitmen masyarakat sangat penting untuk dilaksanakan agar penularan Covid-19 ini bisa ditekan dan kegiatan sholat berjamaah bisa terus dilakukan. Selain itu, kami selaku tim gugus kecamatan mengharapkan kesadaran masyarakat untuk selalu meningkatkan PHBS, tidak hanya yang berdampak pada penularan Covid-19, tetapi juga terhadap penyakit DBD yang saat ini juga tengah mengancam masyarakat,” tegas Sekcam.

Di tempat terpisah, Camat Kuranji, Samsir, SE. M. AP., melaksanakan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan sholat jumat di Masjid Al-Ikhwan Desa Kuranji. Dari tujuh masjid  di lima desa di Kecamatan Kuranji yang telah mendapatkan rekomendasi izin menyelenggarakan ibadah sholat jumat, Camat telah membagi beberapa tim untuk melakukan pemantauan dan evaluasi. Jumat (5/6/20).

Hal-hal yang harus dipastikan adalah para jamaah yang datang harus melalui protokol kesehatan sebelum memasuki masjid, mencuci tangan dengan sabun, pengecekan suhu tubuh, menggunakan masker, membawa sajadah masing-masing dan mengatur jarak.

“Pertama kami menghimbau untuk memastikan kondisi para jamaah sehat jasmani, tidak ada gejala atau potensi misalnya batuk, pilek dan sebagainya. Kedua, ketika di masjid mengikuti protokol kesehatan, screening suhu tubuh, menggunakan masker sejak berangkat dari rumah sampai kembali kerumah masing-masing, mencuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah memasuki masjid, tidak membawa anak usia dibawah 10 tahun,” jelas Camat Kuranji.

“Kemudian, didalam  masjid jamaah harus menjaga jarak aman minimal satu meter , membawa alas shholat atau sajadah masing-masing dan setelah selesai sholat, juga tidak diperkenankan bersalam-salaman antar jamaah untuk menjaga jarak atau physical distancing,” imbuhnya.

Protokol kesehatan ini tidak hanya berlaku bagi pelaksanaan ibadah sholat jumat saja, namun juga berlaku untuk pelaksanaan sholat-sholat fardu berjamaah lainnya.

“Apabila semua protokoler Covid-19 ini dipatuhi dan dilaksanakan dengan penuh komitmen oleh segenap lapisan masyarakat, tim relawan gugus tugas desa dan penyelenggara rumah ibadah, masjid dan musholla, maka upaya kita untuk mencegah penularan Covid-19 ini akan berjalan dan kegiatan ibadah sholat jumat juga akan berkelanjutan. Namun apabila ada komponen yang tidak menjalankan protokol ini, maka kami selaku Tim Gugus Tugas Kecamatan akan mencabut dan tidak memperpanjang lagi izin melaksanakan ibadah secara berjamaah, demi untuk menyelamatkan lebih besar lagi keselamatan warga masyarakat,” tandasnya.

Posting Komentar

0 Komentar