Mahasiswi UMM Edukasi UMKM Produk Jamu di Desa Batulicin Irigasi dan Bantu Pemasarannya


Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang melakukan Pengabdian pada Masyarakat, melakukan edukasi dan membantu para pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) dalam hal teknik pemasaran guna meningkatkan penjualan. 

Pandemic Covid-19 berdampak kepada pelaku UMKM dimana penjualan terjadi penurunan sehingga banyak pelaku UMKM terpaksa gulung tikar ataupun menghentikan penjualan untuk sementara dan beralih ke profesi yang dirasa lebih menjanjikan. 

Diantaranya Ny. Suriah, istri dari pemilik UMKM Jamu “Mbah Enggot”, warga Desa Batulicin Irigasi, ia terpaksa hanya berjualan jamu 2 kali dalam seminggu agar para pelanggan tidak bosan, sisa waktunya dihabiskan dengan berkebun untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. 
Selain itu target lingkup penjualan yang kecil membuat pendapatan dari penjualan jamu dirasa sangat pas-pasan bahkan cenderung kecil serta pengemasan produk yang belum memadai sehingga daya tarik dari produk jamu belum maksimal. Pendapatan kotor dari penjualan Jamu Mbah Enggot biasanya dalam sekali penjualan berkisar Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu. 


Hal ini yang membuat 4 Mahasiswi UMM; Zizah, Lala, Eca dan Rehka melakukan edukasi dan membantu para pelaku UMKM untuk mengembangkan dan meningkatkan nilai produk sehinggan diharapkan terdapat peningkatan penjualan. Diantara UMKM yang dipilih yaitu Jamu Mbah Enggot dilihat dari pasar yang masih sedikit menjual jamu botolan dengan kemasan praktis dan tahan lama. 

Pertama-tama 4 Mahasiswi UMM melakukan survei terhadap produk UMKM Jamu Mbah Enggot, kemudian melihat target pemasaran, packaging produk serta melakukan evaluasi produk. 

“Dilihat dari kualitas Jamu Mbah Enggot saya yakin memiliki peluang yang tinggi untuk dipasarkan dan menarik perhatian dan minat masyarakat,” ujar Zizah selaku Ketua Koordinasi Kelompok. 

Kemudian Ny. Suriah diedukasi bagaimana cara menggunakan media sosial dan platform e-commerce atau website toko online untuk mempromosikan produknya, kemudian cara packaging produk kekinian, dan menjalin kerjasama dengan toko-toko besar di luar daerah. 

“Saya sangat berterimakasih atas bantuan adik-adik mengenai cara pemasaran dan pengemasan produk yang padahal terlihat sederhana ternyata sangat berpengaruh dalam penjualan,” ungkap Ny. Suriah seraya menambahkan pendapatan Jamu Mbah Enggot mulai mengalami kenaikan sebesar 35 persen dan diharapkan akan terus mengalami kenaikan nantinya. 

Dosen Pembimbing Lapangan, Ny. Putri Saraswati, S.Psi, M.Psi mengatakan, “bangga kepada mahasiswi UMM yang bisa mandiri turun ke lapangan dan hanya diberikan pengarahan dari jauh tetapi bisa memberikan dampak yang lumayan berarti ke masyarakat.

Ia juga tidak lupa untuk selalu mengingatkan prosedur turun ke lapangan dan tetap menjaga protokol kesehatan dengan cara memakai masker dan mencuci tangan. (NH)

Posting Komentar

0 Komentar