Siswa Belajar Dirumah SPP Dan Kouta Internet Tetap Bayar


Sekolah di rumah, SPP tetap bayar, kuota internet beli sendiri, bayar uang les privat pula," sungut seorang ibu rumah tangga yang sangat jengkel dengan kondisi belajar di rumah sudah sekian lama.

Hal itu menyusul Surat Edaran Gubernur Kalsel yang menyatakan tetap Belajar Dari Rumah (BDR) baik di zona Kuning, Oranye dan Merah di wilayah Propinsi Kalsel pada tahun ajaran 2020/2021 pada semester gasal (ganjil) antara bulan Juli hingga Desember 2020.

"Pasar dibuka, tempat hiburan dibuka, kantor-kantor semua buka, tempat ibadah pun dibuka, sekolah kok ga dibuka. Padahal kalau emaknya anak-anak pergi ke pasar lalu kena virus pulang ke rumah apa ga menjangkitkannya ke anak-anaknya atau seluruh penghuni rumah," sungut ibu rumah tangga itu pula.

Keluhan ibu rumah tangga itu pun juga dialami oleh banyak para ibu rumah tangga lainnya yang tersita waktunya dimana harus mengurusi pekerjaan rumah tangga rutin ditambah merangkap jadi guru dadakan yang sangat memberatkan.

Yang sangat dikeluhkan tentu saja yang terkait biaya yang bertambah untuk membeli ponsel cerdas agar anaknya bisa ikut belajar online kalau tak ingin nebeng ke tetangga, membeli kuota internet secara rutin dan lain sebagainya.
Bagi ibu rumah tangga yang ingin anaknya benar-benar dapat belajar seperti sekolah tatap muka terpaksa membayar guru privat yang datang secara rutin ke rumah, dan ini keluar biaya tambahan tentunya.

"Heran deh pemerintah kok seperti tak bisa mencari solusi agar sekolah tatap muka dibuka seperti semula dan memberlalukan protokol kesehatan seperti terhadap kegiatan lainnya. Kalau terus-terusan begini kita pusing cari duit lebih," ungkap ibu rumah tangga lainnya tak kalah kesalnya.
Keluhan warga terutama para ibu rumah tangga seakan menjadi wajar dan manusiawi, 

ini dikarenakan melihat para suami yang mesti kerja ekstra mencari penghasilan di masa pandemi COVID-19 yang serba dibatasi.

"Sudah sekolah di rumah yang tetap butuh biaya macam-macam pihak seperti bank tak mau tahu angsuran pinjaman tetap harus bayar, angsuran kendaraan bermotor tetap nagih tak boleh telat, mau jadi apa negeri ini," jengkel seorang warga yang dapat tagihan angsuran bank dan sepeda motor.

Keluhan dan kejengkelan warga di masa pandemi COVID-19 ini sudah tak terhitung di berbagai media sosial dari yang berupa tulisan hingga dalam format audio visual (video) namun pemerintah tampaknya bergeming atas aturan yang dibuatnya, dan tampaknya pemerintah dibelit oleh aturan yang dibuatnya sendiri. (jol ISP)

Posting Komentar

0 Komentar