Berbagai Gaya Arsitektur Dunia dan Karakteristiknya

 


Rumah adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Untuk membuat sebuah hunian, maka diutuhkan banyak persiapan. Salah satunya adalah dengan menentukan desain dan gaya arsitektur rumah. Dengan demikian maka penyediaan bahan bangunan hingga budgetnya mampu disesuaikan dan direncanakan.

Kini, untuk menentukan desain sebuah rumah, ada lebih banyak pilihan. Masing-masing memiliki ciri khas dan karakter tersendiri. Dan desain ini bisa ditiru dari desain rumah dan hunian dari berbagai wilayah di dunia.

Gaya Arsitektur Rumah dan Karakteristik Arsitekturnya

Masing-masing gaya hunian rumah ini juga telah dikenal sejak lama bahkan seiring bertambahnya usia dan jaman, keberadaan hunian ini makin banyak disukai dengan ciri khas yang dimiliki. Sebuah gaya rumah bisa berusia ratusan tahun dan hingga kini masih menjadi rujukan saat membangun sebuah rumah. Berikut ini adalah beberapa contoh gaya sebuah rumah yang masih populer dari masa ke masa :

  • Victoria

Rumah bergaya Victoria ini mulai populer sejak pertengahan hingga akhir abad ke-19. Inilah gaya arsitektur yang mengawali arsitektur Gotik, Tudor dan Romawi. Pada jenis arsitektur ini ditemukan pula pengaruh dari Asia dan Timur Tengah. Selama revolusi industri, banyak rumah dibangun dengan gaya Victoria sebagai pilihan gaya hunian kala itu.

  • Islami

Gaya rumah yang satu ini popularitasnya dimulai di Timur Tengah pada abad ke-7 dimana arsitektur Islam sangat bervariasi tergantung pada wilayahnya. Contoh arsitek yang kental dan sangat khas dengan karakteristik Islaminya adalah  Persia Afrika Utara dan Spanyol.

Masjid adalah contoh terbaik gaya Islam yang berciri khas berupa adanya lengkungan dan kubah. Fitur utama dari kaya arsitektur bangunan ini adalah lengkungan, desain geometris, lebih fokus interior daripada eksterior.

  • Romanesque

Gaya arsitektur ini juga dikenal sebagai Arsitektur Norman. Arsitektur ini muncul di seluruh Eropa pada akhir abad ke-10. Fitur yang paling terkenal adalah lengkungan bundar, biasanya ditemukan di gereja-gereja bergaya Romawi.

  • Barok / Baroque

Arsitektur bangunan yang satu ini mulai dikenal pada pada akhir abad ke-16 di Italia. Baroque terlahir dari gaya Romawi yang lebih formal. Ciri khasnya adalah adanya pelengkung setengah lingkaran. Gaya arsitektur ini berkembang pesat di kawasan Eropa.

  • Tudor

Arsitektur Tudor adalah gaya terakhir dari periode abad pertengahan di Inggris antara tahun 1400-1600-an. Yang menjadi fitur utama: Atap jerami, Jendela tingkap, cerobong batu, pintu unik dan khas.

  • Bauhaus

Bauhaus aalah alira gaya arsitektur yang didirikan oleh Walter Gropius sekitar tahun 1919. Konsep bangunan ini lebih mengedepankan pada bentuk bangunan yang mengikuti fungsinya. Kebanyakan bangunan ini memiliki atap datar dan bentuk kubik adalah ciri khasnya.

  • Neo-klasik

Neo-klasik muncul pada pertengahan abad ke-18 dan bertujuan untuk mengembalikan kemuliaan dan keagungan arsitektur. Inspirasi diambil dari gaya klasik bangunan dan desain Yunani Kuno dan Romawi. Kesederhanaan dan simetri adalah nilai-nilai inti dari bangunan ini.

Yang menjadi fitur utamanya adalah bangunan yang cenderung besar dan megah. Kesannya sangat berkelas kokoh.

  • Renaissance

Dipengaruhi oleh gaya klasik, gaya Renaissance muncul di Italia selama abad ke-15. Fitur utama: Bangunan persegi, langit-langit datar, motif klasik, ada lengkungan dan kubah, kolom tipe Romawi, dan berkubah.

  • Gotik

Dimulai pada pertengahan abad ke-12, arsitektur Gotik meminjam gaya dan fitur-fitur dari gaya sebelumnya. Bangunan ini lebih dekoratif daripada gaya klasik, dinding lebih tipis, kolom lebih ramping, jendela dihiasi dengan kaca patri dan dirancang sedemikian rupa untuk menarik tampilan lebih mewah.

Fitur utama: Bangunan relatif dan megah, lengkungan runcing, langit-langit berkubah dan bangunan luas.

Cara Menentukan Desain Rumah

Semua orang pasti menginginkan tampilan rumah yang menarik dan indah. Sebelum membangun sebuah bangunan tempat tinggal, ada baiknya membuat rencana terlebih dahulu. Salah satu hal yang penting adalah menentukan desain rumah.

Berbagai gaya arsitektur rumah di atas bisa jadi pilihan. Akan tetapi banyak pertimbangan lain yang harus diperhatikan dalam hal ini. Sebelum memulai menentukan desain, maka ada baiknya melihat tips bagaimana menentukan konsep awal ketika mendesain arsitektur rumah di bawah ini :

  • Tentukan jumlah kamar

Sebelum membangun rumah, tentu sebidang tanah tempat rumah akan dibangun. Dari tanah yang dimiliki, maka dapat menentukan ukuran bangunan yang diinginkan. Tentukan dulu berapa kamar yang diinginkan. Dalam hal ini termasuk jumlah kamar tidur, ketersediaan ruang tamu, dapur, kamar mandi dan garasi.

  • Hubungi arsitek terbaik

Setelah mendapatkan jumlah kamar, kemudian untuk pemilihan konsep rumah harus mulai berkomunikasi dengan arsitek profesional yang dipilih. Tunjukkan area tanah dan kebutuhan ruangan yang diinginkan. Nantinya, arsitek akan membantu mendesain dan menentukan berapa lantai yang dibutuhkan untuk rumah tersebut.

  • Tentukan konsep rumah

Tentukan konsep rumah yang diinginkan. Setelah itu, mintalah arsitek untuk memberikan informasi atau contoh bagaimana rumah itu sesuai dengan bayangan. Hal ini harus dikomunikasikan sejak awal sebelum memulai konstruksi sebuah rumah.

Itulah beberapa hal yang diperlukan sebelum mulai membangun rumah impian. Berbagai konsep rumah dan gaya arsitektur di atas bisa dipilih. Namun pertimbangkan pula dengan kebutuhan dan budget yang ada.

LihatTutupKomentar